Kekejaman" besar KFC terhadap ayam
Paul McCartney: Memprotes “Kekejaman” Jaringan Fast Food KFC..!
Kompas. Lebih dari 700 juta ekor ayam dihabiskan jaringan KFC dalam setahun. Sebelum dikonsumsi manusia, jutaan ayam ini mendapat perlakuan tidak layak. Puluhan ribu ekor ayam dijejalkan dalam satu bangsal sempit, digantung terbalik, dilemparkan ke dalam air mendidih, dan masih sadar ketika lehernya digorok.
Keadaan tersebut menyentuh perasaan anggota bekas kelompok “The Beatles” Paul McCartney (61) yang menjadi vegetarian selama 27 tahun terakhir.
Bersama kelompok yang memperjuangkan hak-hak binatang “People for the Ethical Treament of Animals (PETA), dia menulis advertensi sehalaman penuh dalam koran terbesar “Louisville Courier-Journal”, yang diterbitkan di kota Louisville, Kentucky yang menjadi pusat jaringan fast food raksasa Kentucky Fried Chicken (KFC).
Dikatakan McCartney, “Saya menjadi vegetarian, karena menyadari ayam kecil pun bisa merasakan sakit dan ketakutan,” tulisnya. “Binatang yang luarbiasa ini berhak mendapatkan perlakuan ramah dan kebaikan hati Anda.”
“Seandainya para pemasok ayam KFC memperlakukan anjing atau kucing seperti mereka memperlakukan ayam, mereka bisa dikenai tuduhan melakukan tindak kejahatan atau kekejaman terhadap binatang,” lanjut penyanyi merangkap penulis lagu itu.
Surat terbuka tersebut ditujukan kepada David Novak, pejabat eksekutif “Yum Brands Inc”, induk perusahaan KFC.
Juru bicara KFC, BonnieWarschauer mengatakan KFC sesungguhnya sudah memiliki komitmen memperlakukan ayam-ayam dengan baik.
“Paul McCartney adalah legenda dalam dunia musik, dia berhak mengemukakan pendapatnya. Tetapi, menurut kami, dia memberikan keterangan yang salah. Jika PETA lebih suka orang-orang di seluruh dunia menjadi vegetarian, tentu banyak orang yang tidak setuju. Jadi, PETA sebaiknya mengikuti salah satu lagu Sir Paul.. “Let it be”..,” katanya.
Pada Mei, KFC sudah mengumumkan rencananya mentaati garis pedoman yang sudah ditetapkan dalam memperlakukan binatang dengan lebih “ramah”. Mulai dari cara pembiakan, pemberian makan, pemeliharan, penggemukan sampai pemotongan. Namun, komitmen saja dirasakan belum cukup. Awal Juli lalu, PETA secara resmi mengajukan tuntutan hukum terhadap KFC.
McCartney bukan satu-satunya musisi yang bergabung “melawan” KFC. Penyanyi “Pretenders” Chrissie Hynde, 16 Juli, memimpin demonstrasi di luar restoran KFC di jantung kota Paris. Dia mengecam perlakuan “kejam“ KFC terhadap ayam-ayam yang akan dikonsumsi pelanggan jaringan fast food ternama itu.
Bersama puluhan aktivis pembela hak-hak binatang, Chrissie mengolesi jendela dan pintu restoran itu dengan darah (darah palsu tentu saja), dan berbicara dengan pelanggan KFC yang asyik makan siang. Sebagian diantara mereka malah ikut-ikutan melakukan demo, termasuk anak-anak kecil atas ijin orangtuanya.
Protes tersebut membuat jalanan sibuk di Boulevard Sebastopol, Paris, macet total selama dua jam lebih. Chrissie bersama aktivis lain kemudian ditangkap dan ditahan. Namun, polisi Paris cukup bersahabat. Mereka hanya ditahan sebentar dan dilepas baik-baik.
Vegetarian terkenal lainnya, Alec Baldwin malah membuat film dokumeter berjudul “Meet Your Meat”. Film itu menggambarkan perlakuan kejam terhadap binatang yang dikembangbiakkan, digemukkan, kemudian dibunuh dengan keji untuk konsumsi manusia.
Lebih dari 700 juta ayam yang diternakkan di KFC setiap tahunnya, mengalami penderitaan itu. Bagaimana puluhan ribu ekor ayam dijejal-jejalkan dalam satu bangsal sempit, dan nyaris tidak bisa bergerak. Mereka menderita patah tulang akibat kaki-kakinya dibelenggu dan digantung terbalik (posisi kepala di bawah).
Banyak diantara ayam-ayam tersebut, menderita kerusakan organ dan tidak mampu berdiri --apalagi berjalan-- karena digemukkan secepat mungkin dalam 6-7 minggu, dengan cara tidak alamiah. Tidak jarang kaki ayam-ayam itu menjadi pincang bahkan lumpuh karena menderita obesitas.
Menurut PETA, ayam-ayam ini masih dalam keadaan sadar sepenuhnya ketika digorok lehernya, atau dilemparkan ke dalam tangki berisi air mendidih untuk merontokkan bulu-bulunya.
Ketika dibunuh dengan kejam, ayam-ayam itu masih bayi, terkadang usianya belum genap dua bulan. Bandingkan dengan usia alamiah mereka yang bisa bertahan antara 10-15 tahun.
Ayam, sesungguhnya bintang yang sangat menarik, nyaris sama pintarnya dengan anjing atau kucing. Dalam lingkungan naturalnya, bukan di pabrik ternak, ayam membentuk persahabatan, dan hubungan sosial. Saling mengenal satu sama lain, menikmati masa mudanya, mandi debu, suka membuat sarang, dan bertengger di pohon.
Dr. Chris Evans, yang memiliki laboratorioum untuk mengamati perilaku binatang di Universitas Macquarie, Australia, mengatakan ayam memiliki kepintaran sama seperti anak kecil. “Dalam konferensi, saya sering menyebutkan daftar kemampuan binatang ini, tanpa menyebut binatang itu ayam. Dan, orang sering salah duga, mereka mengira saya tengah membicarakan monyet,” ujarnya.
Dr. Joy Mench, profesor dan pimpinan “the Center for Animal Welfare” di Universitas California menerangkan, “Ayam memiliki perilaku sosial yang baik. Mereka dapat mengenali lebih dari seratus ayam lainnya, dan mengingatnya dengan baik. Terdapat lebih dari 30 jenis suara ayam dengan pengertian berbeda,” jelasnya.
Bayangkan, apa yang dialami ayam-ayam itu ketika tahu teman-temannya diperlakukan dan dibunuh dengan sadis, sementara mereka sendiri menunggu giliran yang sama…. ???(zrp/Reuters/CNN)
Di Copy Ulang Dari : www.forum.wgaul.com



